EVALUASI PENCALONAN : PARPOL KESULITAN MENCALONKAN PEREMPUAN

Tahapan Pemilu Serentak 2019 telah berakhir. Semua calon terpilih telah ditetapkan dan dilantik sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun ada hal yang menjadi catatan dari hasil penyelenggaraan Pemilu tersebut, dalam hal ini dari parpol peserta pemilu.

Seperti diketahui, dalam mendaftarkan calon-calon anggota DPR maupun DPRD, oleh undang-undang, parpol diwajibkan untuk memenuhi kuota 30% calon perempuan. Hal ini menyulitkan bagi parpol karena sebagian besar tidak memiliki kader perempuan seperti yang dipersyaratkan.

Hal tersebut terungkap saat KPU Kota Tegal menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pencalonan Pemilu Serentak 2019 pada hari Kamis (19/12) di Hotel Premiere Tegal. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Dra. Putnawati, M.Si Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Tengah dan Fajar Subkhi A.K. Arif, SH., MH., Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa peserta FGD memberikan masukan, antara lain KH. Nadirin Maskha, Ketua Organisasi Muhammdiyah Kota Tegal. Ia menyampaikan agar partai politik tetap melaksanakan tugas pengkaderan agar tidak mengalami kendala saat tahapan pencalonan pemilu.

Acara FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Forkompinda, parpol, perguruan tinggi, camat, beberapa KPU Kabupaten sekitar, organisasi kemasyarakatan, serta Instansi terkait. Semua peserta dan penyelenggara sepakat agar kegiatan evaluasi tersebut tidak hanya menjadi formalitas belaka, tapi dapat menjadi alat untuk perbaikan pemilu yang akan datang. (wh)

widiya

Subbag Teknis Pemilu dan Hupmas