UMUR 13 DAN 14 TAHUN KOK SUDAH NYOBLOS

SIMULASI_SMP2Tegal, Suasana ruang kelas 8C SMP Negeri 2 Kota Tegal berobah menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ruangan kelas, seluas 56 meter persegi  itu sudah ditata sebagai arena untuk menyalurkan suara rakyat, seperti halnya dalam pemilihan umum.

Fasilitas dan tatanan TPS itu sangat lengkap. Ada pintu masuk bagi pemilih. Ada tempat duduk sebagai ruang tunggu pemilih. Ada tujuh orang  yang bertugas sebagai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lengkap dengan ID card-nya, ada bilik suara, kotak suara, saksi dan pengawas, serta pintu keluar yang dijaga petugas Linmas.

Satu persatu pemilih masuk dengan membawa fomulir C6  atau Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara. Pemilih ini dan dicocokkan dengan daftar pemilih yang ada dan dicatat kehadirannya. Olah KPPS (1) pemilih mendapat kartu surat suara yang sebelumnya sudah ditandatangani. Pemilih membawa surat suara ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan.

Selesai dicoblos dan kartu suara dilipat seperti semula kemudian dimasukkan ke kotak suara yang dijaga KPPS 6. Pemilih lantas mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disiapkan sebagai pertanda pemilih sudah menyalurkan hak suaranya. Setelah itu pemilihb keluar melalui jalan keluar yang sudah disiapkan.

“Semua pemilih dan petugas di TPS itu berumur sekitar 13 dan 14 tahun”, kata Ibu Mulyatmi, Guru PPKn ( Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) SMP 2 Kota Tegal, yang menggagas dan dan melaksanakan simulasi pemilihan dan pemungutan suara bagi 31 siswa siswinya.

“Simulasi itu sebagai sarana dan media pembelajaran bagi siswa siswi kami untuk mengatahui tentang seluk belum proses pemilihan umum dan pemungutan suara. Dengan melaksanakan secara langsung, baik berperan sebagai petugas atau pemilih, siswa siswi kami akan mengetahui dengan baik”, tandas Mulyatmi.

Ketika melaksanakan simulasi ini para siswa tidak mengenakan pakaian seragam sekolah. Semua mengenakan pakaian bebas bermotif batik. “Kami sangat senang mengikuti simulasi ini. Dan teman-teman mengikutinya dengan bersemangat dan penuh kesungguhan. Umur kami baru 13 dan 14 tahun tapi kok bisa nyoblos”, kata salah satu siswa, Gabriel Natasya dengan semangat kegembiraannya.

Semua tahapan dan tata cara simulasi pemilihan sesuai aturan. Karena sebelumnya sudah diberitahu oleh petugas KPU Kota Tegal, tentang menata lokasi TPS, peletakan perlengkapan TPS, alur pemilihan dan sebagainya. “Satu-satunya kendala dalam pelaksanaan simulasi pemungutan suara itu hanya soal waktu. Kami menggunakan 2 jam pelajaran atau 90 menit dan nyatanya sangat kekurangan waktu”, tambah Ibu Mulyatmi mengakhiri pembicaraannya. (KPU Kota Tegal)

widiya

Subbag Teknis Pemilu dan Hupmas