KPU KOTA TEGAL MENGGELAR ACARA PUBLIKASI HASIL RISET

Tegal – Hari Kamis kemarin (27/8) KPU Kota Tegal mengadakan kegiatan Publikasi Hasil Riset mengenai tingkat partisipasi dalam pemilu yang bertempat di Aula KPU Kota Tegal, Jl Sumbodro 20 Tegal. Peserta kegiatan ini adalah Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Kesbangpol dan Linmas, Camat, dan Lurah, serta masyarakat dari berbagai elemen, antara lain partai politik, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat. Acara dipandu oleh moderator Drs. Thomas Budiono yang juga merupakan anggota KPU Kota Tegal Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Antar Lembaga.

Riset dilakukan selama bulan Mei hingga Juli tahun 2015 dengan mengambil judul “Perilaku Pemilih Dalam Pemilihan Umum Di Kota Tegal”.  Dua kelurahan di Kecamatan Margadana, yaitu Kelurahan Krandon dan Kelurahan Cabawan menjadi fokus riset sebab dua kelurahan tersebut mempunyai tingkat partisipasi terendah dalam pemilu.

DR. Yayat Hidayat Amir selaku pelaksana riset, sekaligus narasumber pada acara tersebut, menyampaikan bahwa ada tiga kesimpulan yang didapat dari riset tersebut, yaitu (1) Faktor sosial psikologis yang diduga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemilu adalah latar belakang pendidikan formal mereka. (2) Persepsi masyarakat terhadap pemilu dan institusi pemilu cenderung positif. (3) Sebagian besar responden sangat meyakini arti pemilu bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Jika dilihat dari tiga kesimpulan di atas, maka seharusnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di kota Tegal tinggi. Namun kenyataannya berbeda. Hal ini berarti pengetahuan masyarakat tentang pemilu dan institusi pemilu masih dalam taraf kognitif. Belum sampai pada taraf implementasi. Untuk itu, hasil riset ini juga memberikan beberapa rekomendasi, yaitu :

  1. Pemupukan rasa tanggung jawab,  motivasi, minat, dan persepsi masyarakat yang baik terhadap proses, luaran, dan kemaslahatan pemilu. Pentingnnya menjamin keseteraan posisi antara pemilih dengan stakeholders pemilu lainnya, harus ditingkatkan karena di tengah-tengah kepentingan yang begitu besar, kepentingan pemilih justru tertinggal dan hampir terlupakan.
  2. Lembaga penyelenggara pemilu bertanggung jawab memfasilitasi pemilih sehingga dapat memberikan suaranya secara mudah (akses geografis), aman (tanpa ancaman), dan tepat (paham cara menandai surat suara).
  3. Pendidikan politik terutama bagi generasi muda harus ditingkatkan.

Acara dengan format diskusi tersebut berjalan lancar dan interaktif, sebab para peserta cukup antusias dengan topik bahasan. Mereka saling berbagi pengalaman dan memberikan beberapa saran dan masukan antara lain agar KPU Kota Tegal lebih meningkatkan kegiatan sosialisasi pemilu. Selama ini kegiatan sosialisasi dirasakan kurang menjangkau masyarakat tingkat bawah. Sehingga hal ini bisa menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di Kota Tegal. Saran juga diberikan kepada partai politik agar dalam pemilu dapat memberikan pilihan calon pemimpin atau wakil rakyat yang berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemilu. (Subag Teknis)

widiya

Subbag Teknis Pemilu dan Hupmas