Obrolan santai di radio : “TAK ADA KEGIATAN DAN TAHAPAN PILKADA, KPU NGANGGUR ?”

Komisi Pemilihan UMUM (KPU) Kota Tegal  tahun ini tidak melaksanakan kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2015. Realitas ini banyak memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat apa kegiatan KPU Kabpaten/Kota ketika tidak ada kegiatan dan tahapan pelaksanaan pilkada ?

Pertanyaan ini muncul dalam acara Obras atau Obrolan Santai di Radio Gama FM, pada Kamis (17/09) yang dipandu oleh penyiar senior di Kota Tegal Bung Dinhas dan Bung Tamtam (Tambari Gustam) dengan Komisioner KPU Kota Tegal, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan Antar Lembaga, Drs Thomas Budiono.

Menanggapi banyaknya pertanyaan itu, Thomas Budiono menegaskan bahwa adanya pertanyaan itu menunjukkan tingginya perhatian masyarakat kepada institusi penyelenggara pemilu. “Masyarakat memiliki harapan dan eskpektasi yang tinggi agar lembaga ini berkembang lebih baik dan lebih profesional dalam menjalankan tugasnya”, tandasnya.

Selain itu masyarakat memiliki perhatian, kecintaan dan kepercayaan yang sangat positif selama menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga penyelenggara pemilihna umum. Ini terbukti dalam kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan KPU di Kecamatan Margadana, khususnya di Kelurahan Cabawan dan Krandon.

Ditegaskan, saat ini KPU Kota Tegal banyak melaksanakan berbagai agenda kegiatan. Pertama, sejak awal tahun 2015 ini KPU merancang suatu kegiatan penelitian. Kenapa penelitian ? Karena KPU mulai saat ini selalu mendasarkan seluruh kegiatan dan kebijakannya berdasar penelitian. Artinya, kebijakan KPU selalu berbasis penelitian.

Penelitian yang berkerja sama dengan Universitas Pancasakti Tegal dengan peneliti seniornya, DR Yayat Hidayat Amir itu memunculkan simpulan : pendidikan formal mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemilu; persepsi masyarakat terhadap institusi penyelenggara pemilu adalah positif dan tarap keyakinan dan harapan masyarakat terhadap pemilu pun menilai positif.

Kedua, hampir setiap saat KPU selalu memiliki agenda rutin untuk melakukan pencermatan dan kajian terhadap undang undang dan peraturan yang ada. Mengingat saat ini dinamika perbaikan dan perobahan peraturan itu acapkali sering terjadi, sehingga sebagai penyelenggara pemilu, KPU harus sering meng-up date perobahan yang sering terjadi.

Ketiga, KPU hampir setiap saat dan waktu memberikan layanan data dari masyarakat dan lembaga. KPU memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang melayani kebutuhan informasi masyarakat, partai politik atau lembaga pemerintahan yang membutuhkan data yang dimiliki KPU>

Keempat, KPU memberikan fasilitasi dan sosialisasi setiap saat kepada masyarakat. Contohnya, ketika di sekolah akan mengadakan pemilihan ketua OSIS atau Ketua Kelas, mereka sering pinjam peralatan pemilihan seperti kotak suara dan bilik suara. Pada kesempatan itu, KPU secara langsung memberikan fasilitas dan sosialisasi bagaimana menjalankan sebuah perhelatan pemilihan secara luber dan jurdil.

Menjawab pertanyaan masyarakat melalui telepon interaktif, KPU menyambut gembira dengan diberlakukannya E-KTP, dimana setiap warga negara hanya memiliki satu nomor induk kependudukan atau satu KTP. Dengan langkah ini, KPU tidak mengalami kesulitan sebelumnya dengan adanya data kependudukan gandan atau pemilih ganda. (Subbag Teknis dan Hupmas).

widiya

Subbag Teknis Pemilu dan Hupmas